Anggota Kelompok MIT Tersisa 11 Orang, Polri Sebar Foto Ali Kalora Cs

Rizieq: Saya Minta Maaf Kepada Masyarakat soal Kerumunan
Gatot Bela Rizieq, Minta Periksa Semua Kasus Kerumunan

Anggota Kelompok MIT Tersisa 11 Orang, Polri Sebar Foto Ali Kalora Cs

Jakarta, Aparat gabungan masih memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur ( MIT) pimpinan Ali Kalora yang diduga menjadi pelaku pembunuhan satu keluarga dan pembakaran rumah di Sigi, Sulawesi Tengah. Diketahui, terdapat empat korban tewas akibat peristiwa tersebut. Selain itu, sejumlah masyarakat juga mengungsi. Melalui daftar pencarian orang (DPO) yang dibagikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono, terdapat 11 anggota kelompok MIT yang masih diburu. Jumlah itu termasuk Ali Kalora. “Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan para DPO untuk segera menghubungi kepolisian terdekat,” seperti tertulis dalam pengumuman tersebut.

Berikut nama-nama anggota kelompok MIT lain yang masuk DPO: – Ali Ahmad alias Ali Kalora – Qatar alias Farel alias Anas – Askar alias Jaid alias Pak Guru – Abu Alim alias Ambo – Nae alias Galuh alias Mukhlas

  • Khairul alias Irul alias Aslam – Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama – Alvin alias Adam alias Mus’ab alias Alvin Anshori – Rukli – Suhardin alias Hasan Pranata – Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang Kelompok MIT sendiri diketahui memang kerap melakukan aksi kriminal maupun teror di wilayah Poso dan sekitarnya.

Misalnya, anggota kelompok itu diduga membunuh warga sipil di Poso pada 8 Agustus 2020, menembak anggota polisi di sebuah bank di Poso pada 15 April 2020, hingga diduga terlibat pembunuhan dua warga sipil di Parigi Moutong pada 27 Juni 2019. Kelompok ini awalnya dipimpin oleh Santoso yang tewas dalam baku tembak dengan personel Operasi Tinombala di Poso pada 18 Juli 2016. Satgas Tinombala memang digelar untuk mengejar anggota kelompok tersebut. Setelah itu, Ali Kalora menggantikan posisi Santoso memimpin kelompok MIT bersama dengan Basri. Lalu setelah Basri tertangkap, Jenderal (Purn) Tito Karnavian selaku Kapolri saat itu, menetapkan Ali Kalora sebagai target utama dari Operasi Tinombala pada 2016.