KSPI Tegaskan Tidak Ada Tawaran Wakil Menteri untuk Said Iqbal

Kecewa dengan Respons Jokowi, Mahasiswa Ancam Aksi Lagi
Bantah Jokowi, KSPI Tegaskan Sudah Pelajari Draf UU Cipta Kerja

KSPI Tegaskan Tidak Ada Tawaran Wakil Menteri untuk Said Iqbal

Jakarta – Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) Kahar S Cahyo menegaskan, isu yang beredar terkait Presiden KSPI Said Iqbal akan ditunjuk sebagai wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju, tidak benar. “Tentu sangat tidak benar ya, kalau ada tawaran wakil menteri buat Presiden KSPI Pak Said Iqbal,” kata Kahar dalam diskusi secara virtual, Sabtu (10/10/2020). Kahar mengatakan, Said Iqbal tidak pernah diajak bicara terkait adanya tawaran jabatan wakil menteri tersebut. “Pak Said Iqbal juga enggak tahu menahu. Enggak pernah diajak bicara. Saya tegaskan di sini bahwa itu tidak benar,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, pengesahan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja oleh DPR pada Senin (5/10/2020) mendapat perlawanan dari serikat buruh hingga detik-detik terakhir. Jelang satu jam sebelum RUU disahkan menjadi UU, dua pemimpin serikat buruh, yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea datang menemui Presiden Joko Widodo. Mereka menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 13.45 WIB. Keduanya sejak awal gencar menolak pembahasan dan pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertemuan enam mata itu berlangsung tertutup sekitar satu jam. Tak lama setelah pertemuan tersebut, DPR memulai rapat paripurna yang salah satu agendanya adalah mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU.

Hasilnya, RUU yang ditolak para buruh dan pekerja itu disahkan menjadi UU. Ini sekaligus pertanda bahwa pertemuan Said dan Andi yang menolak RUU Cipta Kerja dengan Presiden Jokowi tak membawa hasil. Aspirasi buruh tetap tak didengar. Ketika dikonfirmasi ihwal topik pertemuan dengan Presiden Jokowi sebelum DPR mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU, Said Iqbal mengakui, tak ada hasil dari pertemuan tersebut.

Setelah pertemuan itu, muncul isu di kalangan wartawan bahwa keduanya bakal ditunjuk sebagai wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. Said Iqbal sekaligus membantah isu itu. “Tidak pernah ada pembicaraan tentang wamen (wakil menteri) dan jabatan lain-lain, hoaks itu,” lanjut Said Iqbal.