Mahfud MD akan umumkan Hasil Penyelidikan TGPF Penembakan Pendeta Yeremia

Mahfud Sibuk Rapat, TGPF Intan Jaya Serahkan Hasil Kerja Lusa
Aliansi: UU Cipta Kerja Tak Menjawab Masalah Perlindungan Buruh Perempuan

Mahfud MD akan umumkan Hasil Penyelidikan TGPF Penembakan Pendeta Yeremia

Jakarta – Menteri Koordintaor Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akan mengumumkan hasil penyelidikan Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF) penembakan pendeta Yeremia Zanambani ke publik, Rabu (21/10/2020). Pengumuman itu akan dilakukan Mahfud MD setelah TGPF menyerahkan laporan penyelidikan. “Laporannya ada pada saya. Jadi mohon bersabar sedikit, akan saya serahkan dan diumumkan Pak Menko pada Rabu lusa,” ujar Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Benny Mamoto dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2020).

Sedianya, TGPF akan menyerahkan laporan penyelidikan kepada Mahfud MD pada Senin ini. Namun, hal itu urung dilakukan karena padatnya agenda Mahfud MD pada hari ini. “Pak Menko hari ini menghadiri dua rapat dengan presiden, dan memimpin beberapa rapat terkait pembahasan peraturan Omnibus Law serta rapat koordinasi Kemenko Polhukam sehingga kami memah

Dalam penyelidikannya, TGPF telah memeriksa 42 saksi terkait kasus penembakan di Intan Jaya, termasuk kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani. Dari penyelidikan itu, TGPF juga berhasil meyakinkan keluarga korban untuk mengautopsi jenazah Pendeta Yeremia. Adapun pembentukan TGPF berdasarkan Keputusan Menko Polhukam bernomor 83 tahun 2020 yang ditandatangan Mahfud pada Kamis (1/10/2020). Sedikitnya terdapat empat kasus yang menjadi objek penyelidikan TGPF.

Keempat kasus ini meliputi penembakan yang menewaskan seorang warga sipil bernama Badawi dan prajurit TNI Serka Sahlan pada Kamis (17/9/2020). Kemudian, kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani dan prajurit TNI bernama Pratu Dwi Akbar dan pada Sabtu (19/9/2020). Diketahui, Pratu Dwi Akbar tewas usai terlibat kontak tembak dengan kelompok sipil bersenjata pada Sabtu (19/9/2020)