Mahfud Sibuk Rapat, TGPF Intan Jaya Serahkan Hasil Kerja Lusa

UU Cipta Kerja Tetap Sah Meski Tanpa Tanda Tangan Jokowi
Mahfud MD akan umumkan Hasil Penyelidikan TGPF Penembakan Pendeta Yeremia

Mahfud Sibuk Rapat, TGPF Intan Jaya Serahkan Hasil Kerja Lusa

Jakarta – Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya batal menyerahkan hasil analisis temuan investigasi lapangan terkait kasus penembakan di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua, hari ini, Senin (19/10).
Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tengah disibukkan dengan agenda rapat dengan Presiden dan lainnya.

“Baru saja kami mendapatkan informasi dan jadwal dari Sesmenko Polhukam, bahwa tim diagendakan untuk bertemu Pak Menko pada hari Rabu (21/10) lusa, untuk menyerahkan hasil investigasi lapangan oleh TGPF Intan Jaya,” kata Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Intan Jaya Benny Mamoto.

Berdasarkan jadwal yang dia terima, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu hari ini harus menghadiri dua rapat dengan Presiden Joko Widodo, dan menggelar rapat berkaitan dengan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Oleh karena, Benny mafhum Mahfud tak bisa ditemui hari ini untuk penyerahan laporan hasil investigasi.

“Pak Menko hari ini menghadiri dua rapat dengan presiden, dan memimpin beberapa rapat terkait pembahasan peraturan omnibus law, serta rapat koordinasi Kemenko Polhukam sehingga kami memahami bila diterima pada Rabu lusa,” kata dia.

Meski begitu kata Benny pihaknya memastikan laporan hasil investigasi itu telah rampung sejak 17 Oktober lalu sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan kepada timnya.

Laporan ini juga kata Benny memuat informasi dan fakta-fakta yang ditemukan TGPF dari 42 saksi yang berhasil ditemui di lapangan. Laporan itu saat ini dipegang oleh Benny.

“Laporannya ada pada saya, jadi mohon bersabar sedikit, akan saya serahkan dan diumumkan pak Menko pada Rabu lusa” kata dia.

Penyerahan sekaligus pengumuman hasil investigasi TGPF Intan Jaya ini bukan kali pertama batal. Pada Sabtu (17/10), tim juga batal menyerahkan hasil temuan ini.

TGPF Intan Jaya sendiri dibentuk pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD setelah muncul polemik terkait kematian yang menimpa Pendeta Yeremia Zanambani.

Yeremia tertembak dan meninggal di dekat kandang babi sekitar rumahnya. Pihak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menuding TNI lah yang bertanggung jawab atas kematian Yeremia. Namun, pihak TNI justru menuding KKB yang telah membuat salah satu tokoh agama itu meninggal karena luka tembak.