Periksa Anggota DPRD, KPK Dalami Transaksi ke Rekening Wali Kota Dumai

Penggerudukan Rumah Orangtua Mahfud MD yang Berujung Penyelidikan Polisi
KPK Panggil Lima Saksi dalam Kasus Edhy Prabowo

Periksa Anggota DPRD, KPK Dalami Transaksi ke Rekening Wali Kota Dumai

Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan transaksi sejumlah dana ke rekening Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah. Hal itu didalami penyidik saat memeriksa anggota DPRD Kota Dumai Haslinar selaku saksi kasus dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus Kota Dumai yang menjerat Zukifli, Rabu (2/12/2020). “(Haslinar) dikonfirmasi mengenai adanya dugaan transaksi sejumlah dana ke rekening Tersangka ZAS (Zulkifli),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (3/12/2020).

Selain Haslinar, penyidik juga memeriksa dua saksi dalam kasus ini yakni anggota DPRD Kota Dumai Yusman dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Dumai 2014-2017 Marjoko Santoso. Dalam pemeriksaan tersebut, Yusman dikonfirmasi mengenai aliran sejumlah dana ke rekening beberapa pihak panitia pengadaan terkait proyek di Pemkot Dumai. Sementara, Marjoko dikonfirmasi mengenai alokasi dan pengusulan dana alokasi khusus Kota Dumai tahun 2017.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah sebagai tersangka karena diduga memberi uang sebesar Rp 550 juta dalam bentuk dollar AS kepada mantan pegawai di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo. Suap kepada Yaya itu diberikan untuk memuluskan urusan dana alokasi khusus Kota Dumai dalam APBN Perubahan Tahun 2017 dan APBN 2018. Selain itu, Zulkfili juga diduga menerima gratifikasi uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel dari pengusaha yang mengerjakan proyek di Kota Dumai. Akibat perbuatannya, Zulkifli disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.