Polisi Tetapkan 6 Tersangka Demo Omnibus Law di Batu Ceper

Muhadjir Terkenang Rezim Orba Berbalik Keras saat Ditekan
ICW Laporkan 3 Jaksa Penyidik Kasus Pinangki ke Komjak

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Demo Omnibus Law di Batu Ceper

Tangerang, Polrestro Tangerang Kota menetapkan enam tersangka kerusuhan dalam demonstrasi menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Batu Ceper, Kota Tangerang pada 8 Oktober lalu.
Enam tersangka itu yakni EBP, DG, MTS, MS, S dan MI. Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan perusakan dan menyerang petugas.

Kapolrestro Tangerang Kota Kombes Sugeng mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, tiga anggota yang menjadi korban sedang melakukan pengamanan aksi demo

“Saat ketiga korban tersebut berjalan ke arah objek pengamanan ternyata massa demo chaos dan sudah melempar batu ke arah petugas,” kata Sugeng kepada wartawan, Rabu (14/10).

Setelahnya, sebagian massa berbalik mendekati ketiga korban dan melakukan kekerasan terhadap anggota.

Tiga anggota yang menjadi korban yakni ALP Dirgantoro yang menderita luka nyeri di punggung, luka lecet di pinggang, lecet di jari kelingking, dan lecet di lutut kaki.

Kemudian, Bripka Imam Santoso menderita luka nyeri di bagian perut. Terakhir, Briptu Indsh Nuramalia menderita patah tulang siku lengan kanan, memar di kedua lutut dan luka di bagian tangan.

Sugeng menuturkan para tersangka juga masih terus melakukan perusakan terhadap sebuah mobil patroli Sabhara Polrestro Tangerang Kota.

“Dengan cara melempari mobil tersebut dengan batu, memukul dengan kayu dan menginjak-injak mobil tersebut sehingga mobil patroli Sabhara tersebut rusak parah,” tutur Sugeng.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP Jo Pasal 213 KUHP dan atau Pasal 358 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama sembilan tahun.

Dalam demonstrasi di Batu Ceper itu, massa berhasil menjebol blokade yang dibuat aparat kepolisian.

Blokade itu dibuat oleh aparat untuk mencegat massa yang ingin melakukan aksi demo tolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Jakarta.

“Mereka buka brigade polisi, lolos aja pada lewat,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Tahan Marpaung saat dikonfirmasi, Kamis (8/10)