ICW: Beri Gelar Pahlawan Soeharto, Titik Balik Penegakan Korupsi

Bertemu Akil di Singapura, Wawan Bantah Bicarakan Pilkada
Singapura Setop Cetak SGD 10.000 yang Jadi Favorit Koruptor RI

ICW: Beri Gelar Pahlawan Soeharto, Titik Balik Penegakan Korupsi

Jakarta – Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Agus Sunaryanto mengatakan adanya wacana dari salah satu capres terkait pemberian gelar pahlawan bagi Soeharto akan menjadi titik balik penegakan korupsi di Indonesia. 

“Dosa korupsi Soeharto, misalnya Kasus Supersemar sampai sekarang belum juga dieksekusi Kejaksaan,” kata Agus dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Menolak Lupa di Kantor ICW, Jl. Kalibata Timur IVD, Jakarta Selatan, Kamis (3/7/2014).

Pada diskusi yang dihadiri oleh perwakilan masing-masing LSM anggota Koalisi Masyarakat Sipil Menolak Lupa seperti Haris Azhar (KontraS), Swandaru (Imparsial), Erwin Natosmal Oemar (ILR), dan Jeremiah UH Limbong (YLBHI), Agus mengatakan pengusutan kasus korupsi Soeharto harus segera diselesaikan karena merupakan amanat pasal 4 Tap MPR No. IX/2008 tentang Penyelenggaraan Negara Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

“Di dalamnya jelas disebutkan pemberantasan korupsi juga harus dilakukan pada keluarga Soeharto,” tegas Agus.

Selain itu menurut Agus, menguatnya wacana pemberian gelar pahlawan nasional untuk mantan presiden kedua RI yang pernah disebut PBB sebagai diktator terkorup di dunia ini dilakukan atas dasar kepentingan politis semata. Agus melihat tindakan ini adalah sebuah bentuk politik transaksional guna melindungi aset kroni-kroni Soeharto.

“Masyarakat harus cerdas melihat capres mana yang berkeinginan mengembalikan kekuatan Orde Baru,” kata Agus mengakhiri.

Sebelumnya, pada awal Juni lalu di hadapan massa Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI dan Polri (FKPPI), capres Prabowo Subianto berjanji akan memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto jika dirinya terpilih nanti.

sumber: news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/03/171131/2627118/1562/icw-beri-gelar-pahlawan-soeharto-titik-balik-penegakan-korupsi