Jabodetabek Sebagai Pilot Project Kepala BNN Dalam Berantas Narkoba Lewat Voucher BNN Cerdas Anak Bangsa – Gerakan Nasional Tanpa Narkoba

Pelaksanaan MoU antara Ketua Dewan Pembina LP2I TIPIKOR sekaligus Bos YABI-ITI ( ILMCI Group) bersama BNN dan KBPPP tentang Cerdas Anak Bangsa – Gerakan Nasional Tanpa Narkoba
Angin Segar Bagi YABI/ILMCI Group Khususnya LP2I TIPIKOR Bekerjasama Dengan POLRI untuk Pencegahan Korupsi Lewat Pendidikan Yang Dikemas Ke Dalam Program Cerdas Anak Polisi

Jabodetabek Sebagai Pilot Project Kepala BNN Dalam Berantas Narkoba Lewat Voucher BNN Cerdas Anak Bangsa – Gerakan Nasional Tanpa Narkoba

  • bnn, lp2itipok, ilmci, bnn, buwas, budi wasesowww.lp2itipikor.ilmci.com, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) memulai debut programnya dengan melakukan penempelan stiker antinarkoba dan pembagian Voucher Cerdas Anak Bangsa – Gerakan Nasional Tanpa Narkoba dalam acara Car-Free Day BNN yang dipusatkan di Gerai Seven Eleven Jl. Teluk Betung Jakarta Pusat, Minggu, 8 November 2015.  Stiker yang bertuliskan “Stop Narkoba” tersebut akan ditempelkan secara serentak di 25 gerai-gerai minimarket yang tersebar di Jabodetabek dalam rangka memberikan diseminasi dan pencerahan kepada warga masyarakat umum agar ikut terlibat dalam pencegahan dan menyatakan  perang terhadap narkoba.

Dalam kegiatan ini ILMCI Group bersama LP2I TIPIKOR sebagai mitra kerja BNN juga ikut terlibat  dan berkolaborasi dengan para perwakilan dari berbagai outlet dan gerai ritel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dengan dipandu oleh Event Organizer Nuansa . Adapun tim dari ILMCI Group dan LP2I TIPIKOR sendiri juga ikut mensosialisasikan program BNN  dengan membagikan juga Voucher Cerdas BNN tersebut,  yang bergambar Budi Waseso sebagai bentuk sumbangsih dan persembahan dari ILMCI Group dalam gerakan tanpa narkoba tersebut.  Dalam pantauan tim ILMCI Group dan LP2I TIPIKOR yang dipimpin oleh Ketua Umum LP2I Tipikor Drs. Herman Widodo pembagian gratis voucher Cerdas Anak Bangsa – Gerakan Nasional Tanpa Narkoba  ini membuat antusias para siswa sekolah, para remaja, orang dewasa dan para orang tua siswa serta segenap warga Jabodetabek. Tak dapat dipungkiri bahwa Voucher BNN yang dibagi-bagikan tersebut  mendapat respon yang luar biasa. Dalam kesempatan itu Ketua Umum LP2I Tipikor Drs. Herman Widodo dan Kepala BNN Budi Waseso mengakui bahwa selain voucher tersebut  memberikan manfaat tambahan kepada segenap lapisan warga masyarakat juga dianggap sebagai media efektif dalam memerangi dan memberantas narkoba lewat fitur dan animasi tentang bahaya narkoba.

Selain itu Kepala BNN juga mengatakan bahwa stiker merupakan salah satu media yang tahan lama. Stiker itu akan menjadi imbauan sekaligus pesan, terutama untuk golongan remaja,”  yang didampingi juga oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Roy Nicholas Mandey, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, dan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Anjan Pramuka Putra dan serta para Deputi BNN lainnya.

Budi Waseso yang akrab dipanggil Buwas memulai kegiatan ini di gerai Seven Eleven yang berlokasi di Jalan Teluk Betung, Jakarta Pusat dengan Buwas menempelkan stiker berwarna biru di kasir, kaca, dan pintu toilet gerai Seven Eleven yang diikuti oleh rombongan.

Selanjutnya Buwas juga bergeser ke arah Jalan Blora, Bundaran Hotel Indonesia, dan berakhir di Sarinah untuk menempelkan stiker. Ke depan, menurut Buwas, BNN akan menempelkan stiker di ruang-ruang publik lain. “Tempat hiburan malam juga akan kami tempeli stiker. Mal, stasiun, tempat berkumpul masyarakatlah. Kami mulai pada hal kecil, tempat-tempat yang sering dikunjungi masyarakat,” tutur Buwas. Selain itu, Buwas berencana melaksanakan program ini di seluruh Indonesia. “Bermula di Jakarta dulu sebagai pilot project-nya,” kata Buwas. LP2I Tipikor dengan jajaran DPW dan DPDnya diseluruh Indonesia diharapkan juga  ikut membantu program BNN ini serta memberikan kegiatan dan memberdayakan anggotas serta merangsang partisipatif aktif segenap komponen masyarakat , bangsa dan negara Republik Indonesia.

Buwas berujar, kegiatan ini dicetuskan akibat semakin maraknya kasus-kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia. “Tahun lalu, jumlah pengguna narkoba sekitar 4,2 juta. Dan tahun ini bertambah menjadi di atas 5 juta,” ucap Buwas. Karena itu, BNN juga akan memperbanyak upaya sosialisasi bagi masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba.

“Kami juga menyasar ibu-ibu rumah tangga agar mereka dapat mencegah putra-putrinya memakai narkoba. Kami juga akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk memberikan materi pelajaran tentang bahaya narkoba, baik sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas,” tutur Buwas. (pen-salman).