Kabareskrim Jelaskan Perkembangan Penanganan Kasus Kebakaran Kejagung

Komnas HAM Periksa Mobil Laskar FPI
KPK Pastikan Kawal Vaksinasi Covid-19 Agar Tak Dikorupsi

Kabareskrim Jelaskan Perkembangan Penanganan Kasus Kebakaran Kejagung

Jakarta – Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pihaknya telah menyerahkan berkas enam orang tersangka kelompok pekerja kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Kejaksaan. Listyo memastikan pihaknya akan melengkapi bilamana ada kekurangan dalam pemberkasan kasus tersebut.
“Terkait dengan proses kebakaran Kejaksaan Agung, saat ini kita sudah menyerahkan berkas tersebut dan 6 tersangka (kelompok pekerja) sudah kita tetapkan beberapa waktu yang lalu. Tentunya terkait dengan perbaikan-perbaikan, sesuai dengan apa yang diminta untuk dilengkapi dari Kejaksaan tentunya akan kita lengkapi,” kata Listyo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2020).

Listyo menuturkan jika nantinya ditemukan ada fakta-fakta baru, Bareskrim siap untuk melanjutkan proses penyidikan. Namun sebaliknya, jika tidak, sisa berkas perkara tersangka lainnya akan diserahkan ke Kejaksaan.

“Terkait dengan perkembangan penanganan kasus, sesuai dengan proses penyidikan yang ada tentunya kita akan melanjutkan mana kala memang kita temukan ada hal baru, namun demikian kalau memang sudah tidak ada kasus segera kita serahkan kembali. Kemudian bisa diproses kejaksaan untuk proses selanjutnya,” tuturnya.

Adapun berkas tersangka kelompok pekerja dibagi menjadi 3 bagian. Berkas perkara pertama ada 4 tersangka, yaitu T, H, K, dan S. Kemudian pada berkas perkara kedua ada satu tersangka, yaitu IS. Serta pada berkas perkara ketiga, ada satu tersangka, yaitu UAM.

Untuk diketahui, Bareskrim Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka baru dalam kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Tiga tersangka baru berasal dari pihak swasta hingga mantan pegawai Korps Adhyaksa.

“Ada tiga. Dari mantan pegawai Kejagung dan eksternal, dari luar, perusahaan,” jelas Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo, Jumat (13/11).

Sambo menambahkan pihak swasta yang terjerat dalam kasus ini adalah perusahaan penyedia minyak lobi dan aluminum composite panel (ACP).

“Perusahaan pengadaan minyak lobi sama ACP,” imbuh dia.

Polisi sebelumnya sudah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus kebakaran Kejagung RI. Kebakaran Gedung Utama Kejagung terjadi pada 22 Agustus 2020.

Bareskrim Polri menyimpulkan kebakaran diduga akibat kelalaian, yakni ketika ada pekerja bangunan yang merokok di dalam gedung dan membuang puntung rokok sembarangan. Kebakaran diperparah karena pembersih lantai di gedung utama Kejagung mengandung zat yang mudah terbakar.

“Ternyata di gedung Kejaksaan Agung itu menggunakan alat pembersih yang tidak sesuai dengan ketentuan, di mana ada minyak lobi yang biasa digunakan oleh cleaning service di setiap gedung, di setiap lantai, untuk melakukan pembersihan. Setelah Puslabfor kemudian melakukan pengecekan temuan-temuan adanya fraksi solar dan tiner di setiap lantai, kemudian kita lakukan penyidikan dari mana barang ini berasal,” kata Sambo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (23/10).

“Dari situlah kemudian kita menyimpulkan bahwa yang mempercepat atau akseleran terjadi penjalaran api di gedung Kejaksaan itu adalah adanya penggunaan minyak lobi atau alat pembersih lantai yang bermerek Top Cleaner. Dan setelah kita lakukan pendalaman, Top Cleaner ini tidak memiliki izin edar,” tambahnya.