KPK Panggil Istri Edhy Prabowo sebagai Saksi

Bareskrim Segera Lengkapi Berkas Perkara 6 Tersangka Kebakaran Kejagung
KPK Panggil 4 Eks Anggota DPRD Jabar sebagai Saksi

KPK Panggil Istri Edhy Prabowo sebagai Saksi

Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap istri Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Iis Rosyita Dewi, Selassa (22/12/2020). Iis dipanggil sebagai saksi kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster yang menjerat Edhy sebagai tersangka. “Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EP (Edhy),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa.

Selain Iis, KPK juga memanggil tiga saksi lain yang akan diperiksa untuk tersangka Edhy. Mereka adalah Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini Hanafi, finance PT PLI Kasman, dan seorang advokat bernama Djasman Malik. Di samping itu, KPK juga memanggil Chief Security Hotel Grandhika Halim Chasani yang akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Suharjito yang merupakan Direktur PT Dua Putra Perkasa. Dalam kasus ini, Edhy diduga menerima uang hasil suap terkait izin ekspor benih lobster senilai Rp 3,4 miliar melalui PT Aero Citra Kargo (PT ACK) dan 100.000 dollar AS dari Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) Suharjito. PT ACK diduga menerima uang dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster karena ekspor hanya dapat dilakukan melalui perusahaan tersebut dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor. Uang tersebut salah satunya dari PT DPP yang mentransfer uang Rp 731.573.564 agar memperoleh penetapan kegiatan ekspor benih lobster.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, berdasarkan data, PT ACK dimiliki oleh Amri dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo dan Yudi Surya Atmaja. “Uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening AMR (Amri) dan ABT (Ahmad Bahtiar) masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar,” kata Nawawi, Rabu (25/11/2020). Selain Edhy, enam tersangka lain dalam kasus ini yaitu staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Safri dan Andreau Pribadi Misata, pengurus PT ACK Siswadi, staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih, Direktur PT DPP Suharjito, serta seorang pihak swasta bernama Amiril Mukminin.