Terbukti Suap MS Kaban, Anggoro Divonis 5 Tahun Penjara

Akil Mochtar Tak Hanya Cukup Dihukum Seumur Hidup
KPK-Dirjen Pajak Bahas Kebocoran Triliunan Rupiah di Sektor Pertambangan

Terbukti Suap MS Kaban, Anggoro Divonis 5 Tahun Penjara

Jakarta – Bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo divonis 5 tahun penjara, denda Rp 250 juta subsidair 2 bulan kurungan. Anggoro terbukti menyuap bekas Menteri Kehutanan MS Kaban, pejabat Kemenhut dan sejumlah anggota DPR periode 2004-2009.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” ujar Hakim Ketua Nani Indrawati membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (2/7/2014).

Majelis hakim menyatakan Anggoro terbukti memberi duit suap terkait anggaran revitalisasi sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) yang dialokasikan dalam anggaran 69 program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kementerian Kehutanan tahun 2007.

Anggoro mengeluarkan total duit dengan rincian Rp 210 juta, 92 ribu SGD, USD 20 ribu, uang tunai Rp 925,900 juta, serta barang berupa 2 unit lift. Duit ini diberikan kepada Ketua Komisi IV DPR saat itu Yusuf Erwin Faishal untuk dibagikan ke sejumlah anggota Komisi IV DPR.

Pada pemberian pertama yang dilakukan Agustus 2007, Yusuf Erwin membagikan duit Anggoro ke anggota DPR Suswono Rp 50 juta, Muhtarudin Rp 50 juta, Nurhadi M Musawir Rp 5 juta.

Pemberian kedua dilakukan pada Maret 2008. Anggoro memberikan duit ke Yusuf Erwin Faishal dan diserahkan ke anggota Komisi IV saat itu Mukhtarudin.

Duit lantas dibagikan kepada anggota Komisi IV antara lain Fachri Andi Leluasa (SGD 30 ribu), Azwar Chesputra (SGD 5 ribu), Hilman Indra (SGD 20 ribu), Muhktarudin ( SGD 30 ribu) dan Sujud Siradjudin senilai Rp 20 juta yang diberikan dalam bentuk SGD Duit juga disetor ke Boen Purnama Sekjen Kemenhut tahun 2005-2007 yakni USD 20 ribu dan bekas Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenhut Wandojo Siswanto sebesar USD 10 ribu.

“Terdakwa juga memberikan uang ke MS Kaban selaku Menteri Kehutanan dan memberikan barang 2 unit lift sekaligus pemasangan sesuai permintaan MS Kaban,” kata hakim anggota Sinung Hermawan.

Khusus untuk MS Kaban, duit suap yang diberikan yakni SGD 40 ribu, USD 45 ribu, selembar Traveller Cheque senilai Rp 50 juta.

Sedangkan lift yang dimaksud adalah pemberian Anggoro untuk membantu Gedung Menara Dewan Dakwah pada 28 Maret 2008. Anggoro membeli lift di PT Pilar Multi Sarana Utama dengan harga US$ 58,581. Anggoro mengeluarkan biaya pemasangan Rp 40 juta dan pengadaan sipil untuk pemasangan lift Rp 160 juta.

Anggoro dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf b UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.